Selasa, 09 Februari 2016

Ti'ti' (Tato)

Dalam bahasa Mentawai tato disebut ti'ti'. Kenapa disebut ti'ti' karena saat dilakukan pembuatan tato alat-alatnya berbunyi dengan suara ti'ti'ti'ti'ti'ti'. Bunyi tersebut keluar akibat alat pemukul dari kayu ukuran kecil dibenturkan atau dipukulkan dengan lembut pada gagang jarum yang terbuat dari kayu juga. Bahan tato tidak dari zat-zat kimia tetapi dari bahan natural.

Pada dasarnya fungsi tato di Mentawai adalah sebagai pengganti pakaian. Dahulu kala nenek moyang orang Mentawai tidak mengenal pakaian. Pasangan tato dibadan sebagai baju adalah cawat (kabit) yang terbuat dari kulit kayu (baiko/bake). Hebatnya tato merupakan hasil karya suku Mentawai yang unik di jamannya sampai sekarang.

Ini contohnya.
Sibajak Aman Lauklauk sedang membuat tato di Uma Buttui. Tinta tato dibuat sendiri dari asap api yang ditampung dalam tempurung kelapa kemudian dicampur dengan air tebu kemudian diaduk sampai merata. Fungsi air tebu sebagai perekat arang asap dalam tubuh yang ditato. Ujung jarum dicelupkan kewadah yang sudah berisi tinta (arang asat dan air tebu) kemudian diarahkan ke badan seseorang untuk dilakukan penatoan. Namun sebelum menato dibuat terlebih dahulu gambar atau motif di badan seseorang yang akan di tato.

Sipenato merupakan orang profesional jika tidak urat saraf bisa luka oleh ujung jarum dan menimbulkan kematian atau cacat.



Tato di tangan sebagai sarung tangan dengan motif yang beragam. Seperti disamping ini bahwa motif tato di ambil dari alam yaitu tangkai buah sagu, gigi buaya dan bentuk motif kotoran keong (tai kalabbo').

Untuk membuat tato di Mentawai tidak gratis melainkan dibayar dengan ternak babi. Kemudian lama membuat tato sampai 1 bulan karena menunggu sembuhnya badan yang ditato.





Dalam menato daerah yang paling sakit adalah bagian dada, samping, leher, pipi, jari kaki dan jari tangan. Seorang ahli tato harus hati-hati bagian daerah ini dan memiliki tingkat konsentrasi yang sangat tinggi. Dalam menato tidak ada masalah yang membuat pikiran tidak konsentrasi. Oleh karena itu dicari waktu yang tepat bagi sipenato melakukan aksinya.

Tato dilengan ini motifnya diambil dari tangkai buah sagu. Ada banyak motif tato di Mentawai secara natural, seperti tangkai buah sagu, air hujan, lidi, kaki bebek, kotoran keong, bentuk bulan, gigi dan lain sebagainya.













Semua Gambar diambil dari Google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar